Beranda Lampung 15 KEPALA DESA DI KECAMATAN SEKAMPUNG TAKUT HADIRI MONEV

15 KEPALA DESA DI KECAMATAN SEKAMPUNG TAKUT HADIRI MONEV

0
Kamu Bisa Download ini:

Sukoharjo_ Monitoring dana desa untuk yang pertama kalinya tahun 2018 di Desa Sukoharjo akan tetapi kali ini Tim Monev Dari Kabupaten Yaitu dari inspektorat, acara ini di hadiri Tim Monev Kecamatan sekampung (ibu yati kasi PMD).

Dan sambutannya Kepala Desa hanya angin yang didengar, bahkan tidak datang dan tidak menghaturkan terimakasih dan selamat datang kepada Tim Monev baik dari kabupaten lampung timur maupun dari kecamatan sekampung Dana desa untuk tahap I sudah selesai dan tahap 2 sudah hampir selesai , triwulan infrastrukutur padukuhan menunggu droping matrial 100% selesai desa baru akan mencairkan untuk pembayaran ke suplayer sesui perjanjian kontrak, realisasi penggunaan dana desa ada yang untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, serta penyertaan modal BUMDES, dalam acara tidak ada sambutanya kepala desa Darsom tidak ada yang ada hanya Tim monev Kecamatan yang menyampaikan bahwa penggunaan Dana Desa, DD, Bagi Hasil Pajak, yang dibatasi membuat desa agak kebingungan dalam penganggaran , karena tidak semua desa memiliki PAD untuk membiayai kegiatan yang tidak bisa di danai oleh salah satu pendapatan transfer, diharapkan BP3AK BPMD bisa membantu untuk mendorong perubahan regulasi yang mengatur penggunaan masing masing sumber dana, Sambutan Dari Tim Kab menyampaikan trimakasih usulannya akan segera ditindaklanjuti.

Melihat realisasi desa Sukoharjo sudah sesuai aturan yang berlaku, penggunaan dana desa di harapkan lebih di prioritaskan untuk permberdayaan masyarakat, serta pengembangan BUMDES, karena dana desa tidak akan selamanya abadi, harapan adanya dana desa adalah untuk membentuk desa yang mandiri,misalkan dengan pengembangan BUMDES di unit usahanya bisa banyak disesuaikan potensi desa, diharapkan dana desa tahun ini tidak disilpakan, kesuksesan pelaksanaan dana desa tidak hanya di ukur dari hasil fisiknya tapi juga kelengkapan pertangungjawabanya.

Transparasi sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kepercayaan publik/masyarakat kepada pemerintah desa, Acara di ahiri dengan pengecekan administrasi dan peninjauan fisik.dan akan tetapi puluhan wartawan tidak menemukan dan tidak melihat dari team yang mengecek dilapangan.

Bahkan diantara 17 desa dikecamatan sekampung hanya 2 kepala desa saja yang hadir, kepala desa karya mukti Marsono yang merangkap sebagai ketua Abdesi dan desa hargomulyo Setio.

Bahkan tuan rumah desa sukoharjo yang berketempatan, malah tidak ada di tempat, padahal didesa sukoharjo yang punya hajat malah tuan rumah tidak ada di tempat, ada apakah dengan kepala desa sukoharjo tersebut tidak menghadiri didesa sendiri…???
(Andi)

Kamu Bisa Download ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here